Blogger news

Welcome To My Blog

Minggu, 18 Oktober 2015

PENALARAN ILMIAH, BERPIKIR DEKDUTIF DAN BERPIKIR INDUKTIF (Bahasa Indonesia 2 PENULISAN 1#)

PENALARAN ILMIAH, BERPIKIR DEKDUTIF DAN BERPIKIR INDUKTIF (Bahasa Indonesia 2#)

  • ·         PENALARAN ILMIAH



(1) Pengertian Penalaran

Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan.

Penalaran mempunyai beberapa pengertian lainnya, yaitu : a/ proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan, b/ menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan, c/ proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru, d/ mengkaji, membahas, atau menganalisis dengan menghubung-hubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilkan suatu derajat hubungan dan simpulan, e/ pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan baru.

Data yang dapat dipergunakan dalam penalaran untuk mencapai satu simpulan harus berbentuk kalimat pernyataan atau yang disebut dengan proposisi. Proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subyek dan predikat yang membentuk kalimat.

Ciri-ciri penalaran sebagai berikut :
Logis, suatu penalaran harus memenuhi unsur logis, artinya pemikiran yang ditimbang secara objektif dan didasarkan pada data yang valid.

Analitis, berarti bahwa kegiatan penalaran tidak terlepas dari daya imajinatif seseorang dalam merangkai, menyusun, atau menghubungkan petunjuk-petunjuk akal pikirannya ke dalam suatu pola tertentu.

Rasional, artinya adalah apa yang sedang dinalar merupakan suatu fakta atau kenyataan yang memang dapat dipikirkan secara mendalam.

(2)Unsur Penalaran Penulisan Ilmiah
Menurut Widjono, (2007 : 210), unsur penalaran penulisan ilmiah adalah sebagai berikut:
Topik yaitu ide sentral dalam bidang kajian tertentu yang spesfik dan berisi sekurang-kurangnya dua variabel.

Dasar pemikiran, pendapat, atau fakta dirumuskan dalam bentuk proposisi yaitu kalimat pernyataan yang dapat dibuktikan kebenaran dan kesalahannya.
Proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subyek dan predikat yang membentuk kalimat.

Proses berpikir ilmiah yaitu kegiatan yang dilakukan secara sadar, teliti, dan terarah menuju suatu kesimpulan.

Logika yaitu metode pengujian ketepatan penalaran, penggunaan argumen (alasan), argumentasi (pembuktian), fenomena, dan justifikasi (pembenaran).
Sistematika yaitu seperangkat proses atau bagian-bagian atau unsur-unsur proses berpikir ke dalam suatu kesatuan.

Permasalahan yaitu pertanyaan yang harus dijawab (dibahas) dalam karangan.
Variabel yaitu unsur satuan pikiran dalam sebuah topik yang akan dianalisis.
Analisis (penguraian) dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, mencari hubungan (korelasi), membandingkan, dan lain-lain.

Pembuktian (argumentasi) yaitu proses pembenaran bahwa proposisi itu terbukti kebenarannya atau kesalahannya. Selain itu, pembuktian didukung pula dengan data yang mencukupi, fakta, contoh, dan hasil analisis yang akurat.

Hasil yaitu akibat yang ditimbulkan dari sebuah analisis induktif atau deduktif.
Kesimpulan yaitu hasil pembahasan, dapat berupa implikasi atau inferensi.

(3) Jenis- Jenis Penalaran

a/ Penalaran Induktif adalah penalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Dengan kata lain, simpulan yang di peroleh tidak lebih khusus daripada pernyataan (premis).
Beberapa bentuk penalaran induktif adalah sebagai berikut :

a) Generalisasi ialah proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.

b)Analogi adalah cara penarikan penalaran secara membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.

c) Hubungan Kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan kausal sering ditemukan.
Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, tiga hubungan antarmasalah, yaitu sebagai berikut : Sebab – akibat ; Akibat – sebab ; Akibat – akibat

b/ Penalaran Deduktif adalah proses berpikir yang bertolak dari prinsip, hukum, putusan yang berlaku umum tentang suatu hal atau gejala atas prinsip umum tersebut ditarik kesimpulan tentang sesuatu yang khusus, yang merupakan bagian dari hal atau gejala diatas.

B. PENULISAN ILMIAH

(1) Pengertian penulisan ilmiah
Penulisan ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau kelompok dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang ditaati oleh masyarakat keilmuan. Riset dapat didasarkan pada data primer (langsung dari narasumber) dan data sekunder (data yang sudah ada atau yang sudah terlebih dahulu dikumpulkan orang lain dan selanjutnya dapat digunakan kapan saja jika diperlukan).

(2) Jenis-jenis Karya ilmiah
Berikut jenis-jenis karya ilmiah menurut Arifin (2003), dibedakan menjadi:
Makalah, adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif.

Kertas kerja, adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam dari pada analisis dalam makalah.

Skripsi, adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif.
Tesis, adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.

Disertasi, adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang valid dengan analisis yang terinci. Disertasi berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan asli atau orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).

3) Karakteristik Penulisan Ilmiah
Berikut ini beberapa karakteristik penulisan ilmiah yang harus diketahui sebagai berikut antara lain :
Tulisan menggunakan metode ilmiah.

Tulisan di dukung dengan menggunakan data empiris.
Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi.
Terdapat pengukuran hasil yang ditemukan menggunakan perhitungan statistik.
Menggunakan terminologi khusus yang hanya diketahui sesam kelompok keahlian.
Hasil temuan dipaparkan dengan menggunakan grafik, tabel, atau gambar.
Tulisan disusun dengan menggunakan gaya penulisan ilmiah tertentu.
Hasilnya merupakan dokumentasi teknis.

(4) Manfaat Penyusunan karya ilmiah
Menurut sikumbang (1981), ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut sebagai berikut :
Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif. Karena sebelum melakukan penulisan ia akan membaca beberapa buku referensi dahulu yang relevan dengan topik yang akan dibahasnya.
Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti mencari bahan bacaan dalam katalog judul buku.
Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data dan fakta secara jelas dan sistematis.
Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.

C. HUBUNGAN MENULIS KARYA ILMIAH DENGAN PENALARAN

Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh pengamatan atau penelitian dalam bidang tertentu, yang kemudian disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang memnggunakan tata kalimat dan bahasa yang santun dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Syarat penulisan sebuah karya tulis ilmiah terbagi tiga yaitu :
Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah.
Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode ilmiah.
Sosok tampilannya sesuai dan telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan keilmuan.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa penalaran menjadi bagian penting dalam proses melahirkan sebuah karya ilmiah. Penalaran dimaksud adalah penalaran logis yang mengesampingkan unsur emosi, sentimen pribadi atau kelompok. Oleh karena itu, dalam menyusun karya ilmiah metode berpikir keilmuan yang menggabungkan cara berpikir/penalaran induktif dan deduktif, sama sekali tidak dapat ditinggalkan.

Metode berpikir keilmuan sendiri selalu ditandai dengan adanya:
Argumentasi teoritik yang benar, valid dan relevan.
Dukungan fakta empirik.
Analisis kajian yang mempertautkan antara argumentasi teoritik dengan fakta empirik terhadap permasalahan yang dikaji.

  • ·         BERPIKIR DEDUKTIF


Berfikir Deduktif adalah suatu langkah pemikiran dan pembelajaran manusia untuk menghubungkan data dengan fakta yang ada dan dapat mengambil kesimpulan.      Penalaran deduktif bertolak dari sebuah simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Atau dapat juga di artikan penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpatok pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini berupa fakta, dan pada akhir didapatkan suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

Macam – macam penalaran deduktif

Silogisme

Cara berfikir formal yang jarang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita lebih sering mengikuti polanya saja, meskipun kadang-kadang secara tidak sadar. Misalnya ucapan “Para Dewan selagi kampanye menjanjikan “A” ketika sudah menjadi dewan malah memberi “B”.
Silogisme Katagorik
Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik
Silogisme Hipotetik
Silogisme Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Silogisme Disyungtif
Silogisme Disyungtif adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor.Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya.

  • ·         BERPIKIR INDUKTIF


Berfikir Induktif adalah penalaran yang bertolak dari pernyataan – pernyataan yang khusus dan menghasilkan kesimpulan yang umum

Macam – macam penalran induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.

Berfikir Induktif dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. Generalisasi

Proses berfikir dari hal khusus ke hal yang umum dengan hal yang sejenis dari hal yang diselidiki
Generalisasi tanpa loncatan induktif adalah seluruh fakta yang ada di dalam fenomena yang dijadikan sebuah kesimpulan berdasarkan penyelidikan yang terjadi. Contoh : setiap 1 tahun masehi tidak ada yang jumlah hari setiap bulannya lebih dari 31 hari.

Generalisasi dengan loncatan induktif adalah generalisasi yang kesimpulannya diambil dari sebagian fakta dari suatu fenomena yang berlaku pada fenomena sejenis yang belum diselidiki. Contoh : kita menyelidiki sebagian mahasiwa gunadarma yang ikut ujian mandiri, lalu kita membuat sebuah kesimpulan bahwa semua mahasiswa gundarma ikut ujian mandiri.

     2.  Analogi
Proses berfikir untuk membuat kesimpulan tentang fakta suatu gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat penting yang bersamaan. Tujuan dari analogi adalah :
§  Meramalkan persamaan
§  Mengadakan klasifikasi
§  Menyingkap kekeliruan


Daftar Pustaka :
Arifin, Zaenal E., Tasai, Amran S. 2008. Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi, Jakarta : Akademika Pressindo.
Hs, Widjono. 2007. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta : Grasindo.
http://books.google.co.id/books?id=kaKXKr0hQ80C&pg=PR7&dq=pengertian+penulisan+ilmiah&hl=en&sa=X&ei=X7MpU7DaNsjYigfswoC4Dg&ved=0CDkQ6AEwAg#v=onepage&q=pengertian%20penulisan%20ilmiah&f=false
http://mardiya.wordpress.com/2010/11/29/penalaran-dalam-penulisan-karya-ilmiah-oleh-mardiya/
https://wolles14.wordpress.com/2012/03/27/makalah-penalaran-induktif-dan-deduktif/

http://ilmualfalah.blogspot.com/2013/04/makalah-penalaran-induktif-dan-deduktif.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar