ASPEK
DAN KONSEP PENALARAN DALAM KARANGAN ILMIAH
Bab 6
- 1. Pengertian dan Jenis Penalaran
Penalaran (reasioning) adalah suatu proses berpikir dengan
menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Dengan
kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis untuk
memperoleh sebuah kesimpulan. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa
fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas).
Secara umum, ada dua jenis penalaran atau pengambilan
kesimpulan, yakni penalaran induktif dan deduktif.
- 1. Penalaran Induktif dan Coraknya
Penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang
bertolak dari sesuatu yang khusus menuju sesuatu yang umum.
Penalaran Induktif dapat dilakukan dengan tiga cara
- · Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari
sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai
semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari
gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, wawancara,
atau studi dokumentasi. Sumbernya dapat berupa dokumen, statistik, kesaksian,
pendapat ahli, peristiwa-peristiwa politik, sosial ekonomi atau hukum. Dari
berbagai gejala atau peristiwa khusus itu, orang membentuk opini, sikap,
penilaian, keyakinan atau perasaan tertentu.
Beberapa contoh penalaran induktif dengan cara generalisasi
adalah sebagai berikut:
·
Berdasarkan pengalaman, seorang ibu dapat
membedakan atau menyimpulkan arti tangisan bayinya, sebagai ungkapan rasa lapar
atau haus, sakit atau tidak nyaman.
·
Berdasarkan pengamatannya, seorang ilmuwan
menemukan bahwa kambing, sapi, onta, kerbau, kucing, harimau, gajah, rusa, kera
adalah binatang menyusui. Hewan-hewan itu menghasilkan turunannya melalui
kelahiran. Dari temuannya itu, ia membuat generalisasi bahwa semua binatang
menyusui mereproduksi turunannya melalui kelahiran
- · Analogi
adalah suatu proses yag bertolak dari peristiwa atau gejala
khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan.
Karena titik tolak penalaran ini adalah kesamaan karakteristik di antara dua
hal, maka kesimpulannya akan menyiratkan ”Apa yang berlaku pada satu hal, akan
pula berlaku untuk hal lainya”. Dengan demikian, dasar kesimpula yang digunakan
merupakan ciri pokok atau esensial dari dua hal yang dianalogikan.
Beberapa contoh penalaran induktif dengan cara analogi
adalah sebagai berikut:
1) Dalam riset medis, para peneliti mengamati berbagai efek
dari bermacam bahan melalui eksperimen binatang seperti tikus dan kera, yang
dalam beberapa hal memiliki kesamaan karakter anatomis dengan manusia. Dari
kajian itu, akan ditarik kesimpulan bahwa efek bahan-bahan uji coba yang
ditemukan pada binatang juga akan terjadi pada manusia.
2) Dr. Maria C. Diamond, seorang profesor anatomi dari
University of California tertarik untuk meneliti pengaruh pil kontrasepsi terhadap
pertumbuha cerebral cortex wanita, sebuah bagian otak yang mengatur kecerdasan.
Dia menginjeksi sejumlah tikus betina dengan sebuah hormon yang isinya serupa
dengan pil. Hasilnya tikus-tikus itu memperlihatkan pertumbuhan yang sangat
rendah dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak diberi hormon itu.
Berdasarkan studi itu, Dr. Diamond menyimpulkan bahwa pil kontrasepsi dapat
menghambat perkembangan otak penggunanya.
Dalam contoh penelitian tersebut, Dr. Diamond
menganalogikan anatomi tikus dengan manusia. Jadi apa yang terjadi pada tikus,
akan terjadi pula pada manusia.
·
Hubungan Kausal (Sebab Akibat)
Penalaran induktif dengan melalui hubungan kausal (sebab
akibat) merupakan penalaran yang bertolak dari hukum kausalitas bahwa semua
peristiwa yang terjadi di dunia ini terjadi dalam rangkaian sebab akibat. Tak
ada suatu gejala atau kejadian pun yang muncul tanpa penyebab.
Cara berpikir seperti itu sebenarnya lazim digunakan dalam
kehidupan sehari-hari, seperti halnya dalam dunia ilmu pengetahuan.
Contoh:
1) Ketika seorang ibu melihat awan tebal menggantung, dia
segera memunguti pakaian yang sedang dijemurnya. Tindakannya itu terdorong oleh
pengalamannya bahwa mendung tebal (sebab) adalah pertanda akan turun hujan
(akibat).
2) Seorang petani menanam berbagai jenis pohon
dipekarangannya, tanaman tersebut dia sirami, dia rawat dan dia beri pupuk.
Anehnya, tanaman itu bukannya semakin segar, melainkan layu bahkan mati.
Tanaman yang mati dia cabuti. Ia melihat ternyata akar-akarnya rusak da
dipenuhi rayap. Berdasarkan temuannya itu, petani tersebut menyimpulkan bahwa
biang keladi rusaknya tanaman (akibat) adalah rayap (sebab).
- 2. Penalaran Deduktif dan Coraknya
Penalaran deduksi adalah suatu proses berpikir yang
bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, teori atau keyakinan) menuju
hal-hal khusus. Berdasarkan sesuatu yang umum itu, ditariklah kesimpulan
tentang hal-hal khusus yang merupakan bagian dari kasus atau peristiwa khusus
itu.
Contoh :
Semua makhluk hidup akan mati
Manusia adalah makhluk hidup
Karena itu, semua manusi akan mati.
Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa proses penalaran
itu berlangsung dalam tiga tahap.
Pertama, generalisasi sebagai pangkal bertolak (pernyataan
pertama merupakan generalisasi yang bersumber dari keyakina atau pengetahuan
yang sudah diketahui dan diakui kebenarannya.
Kedua, penerapan atau perincian generalisasi melalui kasus
atau kejadian tertentu.
Ketiga, kesimpulan deduktif yang berlaku bagi kasus atau
peristiwa khusus itu.
Penalaran deduktif dapat dilakukan dengan dua cara
- · Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penalaran yang menghubungkan
dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan
yang merupakan proposisi yang ketiga. Proposisi merupakan pernyataan yang dapat
dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung
didalamnya.
Dari pengertian di atas, silogisme terdiri atas tiga bagian
yakni: premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Yang dimaksud dengan premis
adalah proposisi yang menjadi dasar bagi argumentasi. Premis mayor mengandung
term mayor dari silogisme, merupakan geeralisasi atau proposisis yang dianggap
bear bagi semua unsur atau anggota kelas tertentu. Premis minor mengandung term
minor atau tengah dari silogisme, berisi proposisi yang mengidentifikasi atau
menuntuk sebuah kasus atau peristiwa khusus sebagai anggota dari kelas itu.
Kesimpulan adalah proposisi yang menyatakan bahwa apa yang berlaku bagi seluruh
kelas, akan berlaku pula bagi anggota-anggotanya.
Contoh:
Premis mayor : Semua cendekiawan adalah pemikir
Premis minor : Habibie adalah cendekiawan
Kesimpulan : Jadi, Habibie adalah pemikir
- · Entinem
Entiem adalah suatu proses penalaran dengan menghilangkan
bagian silogisme yang dianggap telah dipahami.
Contoh:
Berangkat dari bentuk silogisme secara lengkap:
Premis mayor : Semua renternir adalah penghisap darah dari
orang yang
sedang kesusahan
Premis minor : Pak Sastro adalah renternir
Kesimpulan : Jadi, Pak Sastro adalah peghisap darah orang
yag
kesusahan.
Kalau proses penalaran itu dirubah dalam bentuk entinem,
maka bunyinya hanya menjadi ”Pak Sastro adalah renternir, yang menghisap darah
orang yang sedang kesusahan.”
Isi karangan
- 1. Salah satu syarat untuk diterima masuk ke institusi pengajian tinggi ialah aktif dalam kegiatan kokurikulum di sekolah. Pada pendapat anda, mengapakah semua pelajar diwajibkan menyertai kegiatan kokurikulum di sekolah?
Pendahuluan
- · Aktiviti kokurikulum terbahagi kepada beberapa kategori iaitu persatuan dan kelab, pasukan pakaian seragam dan sukan.
- · Pelajar diwajibkan menyertai setiap kategori.
- · Pelajar bukan sahaja menumpukan perhatian dalam bidang akademik tetapi perlu terlibat dengan kegiatan kokurikulum.
Isi-isi penting
- · Melahirkan pelajar yang, sihat dari segi fizikal dan mental.
- · Aktiviti kecergasan dapat mcnyihatkan tubuh badan
- · Melahirkan pelajar yang sihat
- · Melahirkan pelajar yang berkeyakinan.
- · Memenuhi masa lapang dengan aktiviti yang berfaedah – memberi peluang bergaul dengan rakan sebaya – mengelakkan gejala negatif di luar sekolah.
- · Memupuk nilai nilai murni melalui aktiviti yang dijalankan seperti perkhemahan dan lawatan – diajar merancang dan mengendalikan tugas.
Kesimpulan
- · Ibu bapa wajar menggalakkan anak -anak melibatkan diri dalam kegiatan kokurikulum – tidak menghalang anak-anak dan mengikis tanggapan bahawa kegiatan kokurikulum membazir masa.
- · Jangan menuding jari kepada mana-mana pihak jika anak-anak tidak diterima masuk ke IPT dengan alas an tidak pernah menyertai kegiatan kurikulum.
Fakta sebagai Unsur Dasar Penalaran Karangan
Agar dapat menalar dengan tepat, kita perlu memiliki
pengetahuan tentang fakta yang berhubungan. Jumlah fakta tak terbatas, sifatnya
pun beraneka ragam. Oleh sebab itu, sebagai unsur dasar dalam penalaran ilmiah,
kita harus mengetahui apa pengertian dari fakta.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta memiliki
definisi sebagai hal (keadaan atau peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu
yang benar-benar ada atau terjadi. Selain itu, fakta juga merupakan pengamatan
yang telah diverifikasi secara empiris (sesuai dengan bukti atau konsekuensi
yang teramati oleh indera). Fakta bila dikumpulkan secara sistematis dengan
beberapa sistem serta dilakukan secara sekuensial maka fakta tersebut mampu
melahirkan sebuah ilmu.
Sumber :
yogi-sudraji.blogspot.com/2010/03/menulis sebagai proses penalaran
mardiya.wordpress.com/2010/11/29/penalaran dalam penulisan
karya ilmiah
mohdnizamjaafar.blogspot.com/2013/0gos/28/isi karangan
asyifarahmah.blogspot.com/2015/03/bahasa indonesia 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar