Rancangan
Usulan Penelitian
Rancangan
Usulan Penelitian
Manfaat Rancangan Usulan Penelitian
Rancangan usulan penelitian untuk disertasi, usulan
penelitian untuk disertasi, dan disertasi sebenarnya menunjuk kepada satu hal
yang sama, yaitu disertasi. Oleh karena itu hal-hal yang dituntut untuk
rancangan usulan penelitian untuk disertasi dan dalam usulan penelitian untuk
disertasi selalu menunjuk kepada apa yang dituntut untuk suatu disertasi. Kalau
dilihat dari segi proses, rancangan usulan penelitian adalah langkah yang
paling awal dalam proses penyusunan disertasi.Oleh sebab itu usulan penelitian adalah langkah berikutnya,
dan disertasi adalah hasil akhirnya.
Bentuk dan Isi Usulan Penelitian
Rancangan usulan penelitian untuk disertasi
sekurang-kurangnya memuat unsur-unsur pokok sebagai berikut :
1. Bagian Awal
Judul penelitian yang direncanakan akan dilakukan.
Identitas penyusun rancangan.
Tanggal pengajuan rancangan ke Program Pascasarjana.
2. Bagian Utama
Bagian utama meliputi :
Rasional dari judul yang dipilih.
Perumusan masalah, telaah pustaka dan penelitian terdahulu.
Tujuan dan kegunaan penelitian.
Kerangka pemikiran teoritis.
Rancangan hipotesis, jika dipakai.
Metode penelitian.
Hasil yang diharapkan dan masalah yang diantisipasi
Jadwal penelitian
3. Bagian
Akhir
a. Daftar pustaka sementara
b. Daftar riwayat hidup penyusun rancangan.
Isi Rancangan Usulan Penelitian
A. Bagian Awal
1. Judul
Judul rancangan usulan penelitian diketik dengan huruf
kapital. Judul hendaklah cukup ekspresif menunjukkan dengan tepat masalah yang
hendak diteliti. Di bawah judul ditulis kalimat :
"Rancangan Usulan Penelitian Untuk Disertasi"
2. Identitas
Penulis
Nama : hanya huruf-huruf pertama yang diketik dengan huruf
Kapital.
3. Tanggal
Pengajuan, ditulis :
Diajukan kepada Program Pascasarjana
Universitas Gunadarma 2013
pada tanggal
B. Bagian Utama
1. Perumusan
Masalah
Dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi, unsur
pokok perumusan masalah ini mempunyai peranan lebih penting dari unsur-unsur
pokok lain.
-Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Dalam
fasal tujuan dan kegunaan penelitian ini disebutkan secara spesifik
tujuan-tujuan apa yang dirancangkan akan dicapai dalam penelitian itu dan
kegunaan apa yang akan diperoleh dari penelitian yang dirancangkan.
- Metode Penelitian
Pasal metode penelitian memuat hal-hal sebagai berikut:
a. Pendekatan
dan bentuk/cara yang dipakai untuk meneliti.
b. Penjelasan
tentang populasi serta rancangan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan
dalam penelitian.
c. Metode
pengumpulan data dan alat pengambil data yang akan digunakan.
C. Bagian Akhir
Daftar Pustaka
Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah
dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama
penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang
dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan
penelitian. Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti
disebutkan dibawah ini :
a. Untuk buku :
1. Nama penulis
2. Tahun
penerbitan
3. Judul buku
4. Nama penerbit
5. Tempat penerbitan.
b. Untuk jurnal
:
1. Nama penulis
2. Tahun
penerbitan
3. Judul tulisan
4. Nama jurnal
5. Jilid ( dan
nomor )
6. Halaman.
c. Untuk sumber
pustaka lain dapat digunakan pedoman yang lazim.
d. Cara menulis
pustaka dan artikel sesuai ketentuan yang berlaku.
Daftar Riwayat Hidup
Daftar riwayat hidup (bio-data, curriculum vitae) penyusun
rancangan usulan penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
a. Nama lengkap
dan derajat akademik
b. Tempat dan
tanggal lahir
c. Pangkat dan
jabatan
d. Riwayat
pendidikan tinggi
e. Karya ilmiah
f. Pertemuan
ilmiah yang dihadiri dan
g. Penghargaan
ilmiah, bila ada.
Usulan
Penelitian
1. Judul Penelitian
Judul penelitian merupakan pencerminan dari tujuan
penelitian. Oleh karena tujuan penelitian itu dirumuskan dari masalah
penelitian atau dengan kata lain tujuan penelitian itu merupakan jawaban
sementara dari pertanyaan-pertanyaan penelitian maka judul penelitian juga
mencerminkan masalah penelitian.
Apabila suatu penelitian berjudul Ketidakseimbangan
Imunisasi Polio pada Anak-Anak Balita di Wilayah Kabupaten Bogor maka hal ini
mencerminkan bahwa masalah yang dihadapi Kabupaten Bogor pada saat itu adalah
bahwa angka drop out atau ketidaksinambungan imunisasi sangat tinggi.
Judul penelitian tersebut juga mencerminkan bahwa tujuan
penelitian akan mencoba mengungkapkan masalah-masalah (faktor-faktor) yang
menyebabkan ketidaksinambungan imunisasi polio tersebut di Kabupaten Bogor.
Dengan kata lain penelitian ini secara implisit akan mencari faktor-faktor yang
berpengaruh atau berhubungan dengan drop out atau ketidaksinambungan imunisasi
polio pada anak balita.
2. Latar Belakang Masalah
Dalam latar belakang masalah penelitian akan diuraikan
fakta-fakta, pengalaman-pengalaman si peneliti, hasil-hasil penelitian dari
orang lain, atau teori-teori yang melatarbelakangi masalah yang ingin diteliti.
Dengan uraian tentang fakta, pengalaman dan teori-teori tersebut maka orang
lain (pihak pemberi dana atau pembimbing) diyakinkan bahwa masalah yang akan
diajukan tersebut cukup penting dan cukup justified.
Dalam latar belakang harus dengan jelas diuraikan mengapa
masalah tersebut dipilih ? Apa justifikasinya ? Mengapa penelitian itu diadakan
di wilayah tertentu ?
Apabila judul penelitian seperti contoh di atas
(Ketidaksinambungan Imunisasi Polio pada Anak Balita di Wilayah Kabupaten
Bogor) maka latar belakang harus diuraikan :
a. Peranan atau pentingnya imunisasi polio pada anak
balita.
b. Masalah polio di Indonesia dan program imunisasi polio
di Indonesia.
c. Masalah drop out atau ketidaksinambungan imunisasi polio
secara umum di Indonesia.
d. Masalah drop out imunisasi polio di Kabupaten Bogor.
Agar masalah yang akan diteliti tersebut cukup justified,
uraian latar belakang tersebut harus didukung atau disertai dengan data atau
fakta-fakta empiris.
3. Perumusan Masalah
Sebelum diuraikan bagaimana merumuskan masalah penelitian,
terlebih dahulu akan dibahas apa yang dimaksud dengan masalah. Masalah adalah
kesenjangan (gap) antara harapan dengan kenyataan, antara apa yang diinginkan
atau yang dituju dengan apa yang terjadi atau faktanya.
Kembali kepada contoh judul penelitian tersebut diatas, itu
bersumber kepada masalah penelitian yang ada, yakni kesenjangan antara harapan
(imunisasi polio pada anak akan selalu berkesinambungan memperoleh imunisasi
polio I, polio II dan polio III), tetapi kenyataannya atau yang terjadi tidak
demikian (sebagian besar dari anak balita hanya memperoleh imunisasi polio I
saja).
Contoh lain adalah penyuluhan dan kampanye tentang posyandu
di Indonesia telah meluas. Berbagai media dan cara telah dilakukan baik oleh
instansi kesehatan maupun diluar kesehatan, baik oleh petugas maupun masyarakat
sendiri. Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan posyandu menjadi milik
masyarakat dan dimanfaatkan, dikembangkan dan dipelihara oleh masyarakat.
Tetapi dari hasil penelitian Jurusan Pendidikan Kesehatan
dan Ilmu Perilaku FKM-UI pada tahun 1990, baru sekitar 40% masyarakat
mengembangkan, memelihara dan memanfaatkan posyandu. Disinilah adanya
kesenjangan atau gap dan inilah masalah penelitian.
Mengenai bagaimana memilih masalah penelitian yang baik,
pada uraian-uraian sebelumnya telah dijelaskan. Memilih masalah penelitian yang
baik dan yang akan digunakan untuk kepentingan program maupun untuk kepentingan
penulisan ilmiah dapat digunakan kriteria-kriteria yang akan diuraikan dalam
bab lain.
Merumuskan masalah penelitaian ini dapat dilakukan dalam
bentuk pernyataan (problema statement) dan juga dalam bentuk pertanyaan
(research question).
Contoh : Posyandu di wilayah Kabupaten Bogor sudah merata,
hampir tiap RW telah mempunyai posyandu. Penyuluhan-penyuluhan tentang
imunisasi telah berjalan dengan baik di posyandu-posyandu. Namun angka drop out
imunisasi polio masih tinggi, sekitar 75%. Hal ini berarti, kesinambungan
imunisasi polio bagi anak balita di Kabupaten Bogor tersebut rendah.
Dari pernyataan penelitian ini kemudian dapat dilanjutkan
dengan pertanyaan penelitian :
a. Mengapa kesinambungan imunisasi polio bagi anak balita
di Kabupaten Bogor
rendah (mengapa
angka drop out imunisasi polio tinggi) ?
b. Faktor-faktor apa yang menyebabkan atau mempengaruhi
ketidaksinambungan
imunisasi polio
bagi anak balita di Kabupaten Bogor ?
4. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah suatu indikasi ke arah mana atau
data (informasi) apa yang akan dicari melalui penelitian itu ? Tujuan
penelitian dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang konkret dapat diamati
(observable) dan dapat diukur (measurable).
Misal :
a. Memperoleh informasi (data) tentang jumlah pemeriksaan
ibu-ibu hamil di
kecamatan X
selama kehamilan.
b. Memperoleh informasi tentang hubungan antara frekuensi
pemeriksaan kehamilan dengan BBL (berat badan bayi lahir).
Biasanya tujuan penelitian dibedakan atas 2 yaitu tujuan
umum dan tujuan khusus. Tujuan khusus pada hakekatnya adalah penjabaran dari
tujuan umum. Contoh :
Tujuan Umum :
Diketahuinya hubungan antara kualitas fisik sarana air
bersih yang digunakan dengan terjadinya diare di wilayah Kota Jakarta Pusat.
Tujuan Khusus :
a. Diketahuinya jenis sarana air bersih yang digunakan oleh
masyarakat Jakarta Pusat.
b. Diketahuinya kondisi / kualitas fisik sarana air bersih
tersebut.
c. Diketahuinya hubungan antara kualitas fisik sarana air
bersih dengan kualitas airnya.
d. Diketahuinya hubungan antara kualitas fisik sarana air
bersih dengan kejadian diare.
Apabila tujuan umum suatu penelitian tidak dapat atau tidak
perlu dispesifikasikan lagi maka tidak perlu adanya tujuan umum dan tujuan
khusus, cukup dibuat “Tujuan Penelitian” saja.
5. Manfaat Penelitian
Yang dimaksud dengan manfaat penelitian adalah kegunaan
hasil penelitian nanti baik bagi kepentingan pengembangan program maupun
kepentingan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu, dalam manfaat penelitian harus
diuraikan secara terinci manfaat atau apa gunanya hasil penelitian nanti.
Dengan kata lain, data (informasi) yang akan diperoleh dari
penelitian tersebut akan dimanfaatkan untuk apa dalam rangka pengembangan
program kesehatan. Dari segi ilmu, data atau informasi yang diperoleh dari
penelitian tersebut mempunyai kontribusi apa bagi pengembangan ilmu
pengetahuan.
Contoh :
a. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk masukan dalam
rangka meningkatkan upaya-upaya pencegahan diare khususnya di wilayah Kota
Jakarta Pusat.
b. Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan ilmu
pengetahuan kesehatan masyarakat
khususnya di bidang sanitasi lingkungan (untuk ilmu).
Beberapa peneliti (mahasiswa) kadang-kadang manfaat
penelitian ini juga dilihat dari kepentingan pribadi peneliti yakni sebagai
pengalaman proses belajar-mengajar khususnya dalam bidang metodologi
penelitian. Tetapi menurut penulis, hal ini lebih baik tidak perlu dimasukkan
dalam manfaat penelitian.
6. Tinjauan Kepustakaan (Literature Review)
Untuk mendukung permasalahan yang diungkapkan dalam usulan
penelitian, diperlukan tinjauan kepustakaan yang kuat. Tinjauan kepustakaan ini
sangat penting dalam mendasari penelitian yang akan dilakukan.
Tinjauan kepustakaan (literature review) ini biasanya
mencakup 2 hal yaitu :
a. Tinjauan teori yang berkaitan dengan permasalahan yang
akan diteliti. Hal ini dimaksudkan agar para peneliti mempunyai wawasan yang
luas sebagai dasar untuk mengembangkan atau mengidentifikasi variabel-variabel
yang akan diteliti (diamati).
Juga agar peneliti dapat meletakkan atau mengidentifikasi
masalah yang ingin diteliti itu dalam konteks ilmu pengetahuan yang sedang
digeluti. Oleh sebab itu sering didalam tinjauan kepustakaan ini diuraikan
“kerangka teori” sebagai dasar untuk mengembangkan “kerangka konsep
penelitian”.
b. Tinjauan dari hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan
dengan masalah yang akan diteliti. Selain akan memperluas pandangan dan
pengetahuan peneliti, juga peneliti dapat menghindari “pengulangan” dari
penelitian-penelitian yang telah dilakukan orang lain (menjaga originalitas
penelitian).
Dalam tinjauan kepustakaan (literature review), peneliti
(calon peneliti) hanya mencoba meninjau atau review terhadap teori-teori dan
hasil-hasil penelitian orang lain, apa adanya saja. Hal ini berarti bahwa
pemikiran dan pendapat-pendapat pembuat proposal penelitian tidak seyogyanya
dimasukkan ke dalam Tinjauan Kepustakaan tersebut.
7. Kerangka Konsep dan Hipotesis
7.1 Kerangka Konsep-Konsep
Dari tinjauan kepustakaan dan kerangka teori serta masalah
penelitian yang telah dirumuskan tersebut maka dikembangkan suatu Kerangka
Konsep Penelitian. Kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan
antar konsep atau antar variabel yang akan diamati (diukur) melalui suatu
penelitian.
Konsep adalah suatu abstraksi yang dibentuk dengan
menggeneralisasikan suatu pengertian. Oleh sebab itu konsep tidak dapat diukur
dan diamati secara langsung. Agar dapat diamati dan diukur maka konsep tersebut
harus dijabarkan kedalam variabel-variabel. Dari variabel itulah, konsep dapat
diamati dan diukur.
Contoh : Ekonomi keluarga adalah suatu konsep, untuk
mengukur konsep ekonomi, dapat melalui variabel pendapatan atau pengeluaran
keluarga. Tingkat sosial merupakan konsep, maka untuk mengukur tingkat sosial
seseorang dapat melalui variabel pekerjaan.
Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud
kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara
konsep-konsep atau variabel-variabel yang akan diamati (diukur( melalui
penelitian yang dimaksud.
Contoh : Kerangka Konsep Penelitian (lihat bagan)
Konsep-konsep (variabel-variabel) yang akan diamati
berdasarkan contoh bagan tersebut adalah pendidikan, perilaku, status ekonomi,
status sosial, kualitas fisik sarana air bersih dan kualitas air bersih sebagai
variabel bebas (independent varables) dan kejadian diare sebagai variabel
terikat (dependent variable).
Sekaligus penelitian ini akan membuktikan pengaruh dari
tiap-tiap variabel bebas terhadap variabel tingkat (kejadian diare). Namun
demikian kualitas air bersih sebagai variabel dependen untuk variabel-variabel
bebas : pendidikan, kualitas sarana air bersih, status ekonomi, dan sebagainya.
7.2 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari pertanyaan
penelitian. Biasanya hipotesis dirumuskan dalam bentuk hubungan antara dua
variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Hipotesis berfungsi untuk
menentukan ke arah pembuktian, artinya hipotesis ini merupakan pernyataan yang
harus dibuktikan. Kalau hipotesis tersebut terbukti maka menjadi thesis.
Rumusan hipotesis sudah mencerminkan variabel-variabel yang
akan diamati dan diukur, dan bentuk hubungan antara variabel-variabel yang akan
dihipotesiskan. Oleh sebab itu hipotesis seyogyanya spesifik, konkret dan
observable (dapat diamati / diukur).
Kadang-kadang hipotesis tersebut dapat dijabarkan kedalam
hipotesis-hipotesis yang lebih spesifik lagi (sub hipotesis). Beberapa orang
sering membedakan adanya hipotesis mayor dan hipotesis minor. Hipotesis mayor
masih lebih bersifat umum sedangkan hipotesis minor lebih bersifat khusus
(spesifik) dan penjabaran dari hipotesis mayor.
Contoh : Hipotesis Mayor :
Kualitas air bersih ditentukan oleh kualitas sarana air
bersih, perilaku, pendidikan, dan sosial ekonomi keluarga.
Hipotesis Minor (Sub Hipotesis) :
a. Makin tinggi pendidikan makin baik kualitas air
bersihnya.
b. Makin baik kualitas sarana air bersih makin baik
kualitas air bersih.
c. Makin baik perilaku makin baik kualitas air bersih.
d. Makin tinggi tingkat ekonomi makin baik kualitas air
bersih.
Apabila suatu hipotesis sudah spesifik dan tidak perlu
dijabarkan lagi maka hipotesis minor (sub hipotesis) tidak perlu disusun lagi.
7.3 Defenisi Operasional Variabel
Untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian
variabel-variabel yang diamati / diteliti, perlu sekali variabel-variabel
tersebut diberi batasan atau defenisi operasional. Defenisi operasional ini
juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada pengukuran atau pengamatan terhadap
variabel-variabel yang bersangkutan serta pengembangan instrumen (alat ukur).
Contoh :
a. Sarana air bersih
Bangunan atau
alat yang digunakan untuk mendapat air bersih, berupa sumur pompa tangan, sumur
gali, PAM dan sebagainya.
b. Diare, Gangguan / penyakit perut yang ditandai dengan
mencret / berak-berak encer lebih dari 3 kali sehari.
c. Anemia ibu hamil, Keadaan kadar hemoglobin di dalam
darah ibu hamil yang lebih rendah
daripada nilai normal, yaitu 11 gram%.
Pada waktu menyusun defenisi operasional variabel biasanya
sekaligus diidentifikasi skala pengukuran variabel yang digunakan, apakah
nominal, ordinal, interval ataukah rasio. Misalnya variabel air bersih
menggunakan skala pengukuran ordinal (baik, sedang, kurang) dan sebagainya.
8. Metode Penelitian
Dalam bagian ini diuraikan tentang metode dan cara yang
akan digunakan dalam penelitian. Oleh sebab itu dalam uraian ini telah
tercermin langkah-langkah teknis dan operasional penelitian yang akan
dilaksanakan. Beberapa peneliti menggunakan istilah desain penelitian (research
design) karena dari situ akan tampak rancangan penelitian yang akan
dilaksanakan.
Beberapa peneliti lain menggunakan istilah bahan dan cara
(material and method). Menurut penulis, istilah ini hanya cocok untuk
penelitian-penelitian yang berkaitan dan menggunakan bahan atau materi seperti
mikroskop, object glass, bahan-bahan kimia dan sebagainya pada penelitian di
laboratorium.
Dalam uraian metode penelitian atau bahan dan cara ini
mencakup berikut ini :
8.1 Jenis penelitian
Menjelaskan termasuk ke dalam jenis pendekatan atau metode
yang mana, penelitian yang diusulkan tersebut. Misalnya penelitian itu
menggunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional dimana data yang
menyangkut variabel bebas atau resiko dan variabel terikat atau variabel
akibat, akan dikumpulkan dalam waktu yang bersama.
8.2 Populasi dan Sampel
Dalam bagian ini diuraikan populasi penelitian dan sampel.
Dalam populasi dijelaskan secara spesifik tentang siapa atau golongan mana yang
menjadi sasaran penelitian tersebut.
a. Misal : Populasi dalam penelitian adalah ibu-ibu yang
berdomisili di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
b. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang berumur
antara 12-18 tahun yang bertempat
tinggal di DKI Jakarta, dan sebagainya.
Sedangkan sampel harus disebutkan teknis pengambilan
sampel, apakah random dan random yang mana. Disamping teknis pengambilan sampel
maka perlu dijelaskan juga besarnya sampel, beserta rumusnya (bila ada).
8.3 Cara Pengumpulan Data
Dijelaskan cara atau metode yang digunakan untuk
pengumpulan data. Dalam suatu penelitian kadang-kadang tidak hanya menggunakan
satu cara pengumpulan data. Misalnya : di samping metode wawancara (interview),
kadang-kadang perlu dilengkapi dengan observasi (pengamatan) atau sebaliknya.
Metode angket juga kadang-kadang perlu dilengkapi dengan wawancara dan
sebagainya.
Pengumpulan data kadang-kadang tidak dilakukan oleh
peneliti tetapi menggunakan orang lain yang disebut surveyor atau interviewer.
Untuk mencegah adanya data yang bias maka para petugas
pengumpulan data tersebut diberikan pelatihan terlebih dahulu oleh peneliti
sendiri. Selain diberikan teknik-teknik pengumpulan data (wawancara, obserview
dan sebagainya) juga diberikan penjelasan tentang cara-cara pengisian instrumen
(kuesioner), editing, coding dan sebagainya.
8.4 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan
untuk pengumpulan data. Instrumen ini dapat berupa kuesioner (daftar
pertanyaan), formulir observasi, formulir-formulir lain yang berkaitan dengan
pencatatan data dan sebagainya.
Apabila data yang akan dikumpulkan adalah data yang
menyangkut pemeriksaan fisik maka instrumen penelitian ini dapat berupa
stetoskop, tensimeter, timbangan, meteran atau alat antropometrik lainnya untuk
mengukur status gizi dan sebagainya.
Agar instrumen penelitian valid dan reliable maka sebelum
digunakan perlu diuji coba (pre test) terlebih dahulu. Yang dimaksud valid
adalah instrumen sebagai alat ukur benar-benar mengukur apa yang diukur.
Sedangkan reliable artinya instrumen sebagai alat ukur dapat memperoleh hasil
ukur yang ajeg (konsisten) atau tetap asas. Uji instrumen ini dapat menggunakan
rumus korelasi product moment.
8.5 Rencana Pengelolaan dan Analisis Data
Bagian ini harus diuraikan rencana yang akan dilakukan
untuk mengolah dan analisis data. Dijelaskan proses pengolahan datanya dari
editing, coding dan sebagainya sampai dengan data entry (apabila pengolahan
dilakukan dengan komputer).
Juga dijelaskan bagaimana data itu akan diolah dengan
manual atau dengan menggunakan bantuan komputer. Selanjutnya diuraikan rencana
yang akan dilakukan untuk menganalisis data serta uji statistik yang akan
digunakan termasuk program komputer untuk uji statistik tersebut.
9. Jadwal Kegiatan
Dalam bagian ini diuraikan langkah-langkah kegiatan dari
mulai menyusun proposal penelitian sampai dengan penulisan laporan penelitian
beserta waktu berjalannya atau berlangsungnya tiap kegiatan tersebut. Biasanya
jadwal kegiatan ini disusun dalam bentuk suatu gant’s chart.
Contoh Sederhana :
---------------------------------------------------------
Bulan ke :
Kegunaan -----------------------------
1 2
3 4 5 6
---------------------------------------------------------
1. Penyusunan Proposal
X
2. Penyusunan Instrumen
X
3. Persiapan Lapangan XX
4. Uji Coba Instrumen XX
5. Pengumpulan Data XX
XXX XX
6. Pengolahan Data XX
7. Analisis Data X XX
8. Penyusunan Laporan X
---------------------------------------------------------
10. Organisasi
Menguraikan susunan atau organisasi penelitian. Lazimnya
organisasi penelitian terdiri dari peneliti utama (principal investigator),
peneliti (anggota peneliti), surveyor (petugas pengumpulan data) dan
sekretariat. Kadang-kadang ditambah dengan penasehat dan konsultan.
11. Rencana Biaya (Anggaran)
Diuraikan besarnya biaya per kegiatan serta jumlah
keseluruhan biaya penelitian tersebut. Kegiatan yang dapat dibiayai oleh suatu
kegiatan penelitian dimulai dari rapat-rapat penyusunan proposal, instrumen dan
sebagainya sampai dengan penulisan hasil penelitian bahkan sampai dengan biaya
seminar hasil penelitian.
12. Daftar Kepustakaan
Adalah semua literatur atau bacaan yang digunakan untuk
mendukung dalam menyusun proposal tersebut. Literatur ini umumnya terdiri dari
buku-buku teks, majalah atau jurnal ilmiah, makalah ilmiah, skripsi, thesis
atau disertasi.
Telah diuraikan teknik penyusunan proposal atau usulan
penelitian, khususnya untuk kepentingan penelitian yang hasilnya akan digunakan
untuk pembuatan skripsi (S1), thesis (S2), atau disertasi (S3).
Pedoman ini juga dapat digunakan untuk penyusunan proposal
berkaitan dengan proyek atau kepentingan program, dengan catatan dan uraian
tentang Tinjauan Kepustakaan dan Kerangka Konsep dan Hipotesis biasanya tidak
lazim dimasukkan.
Update : 31 Juli 2006
Sumber :
Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Metodologi Penelitian
Kesehatan. Cet. ke-2, Januari. Jakarta : Rineka Cipta. 2002.
http://yuliantiervy.blogspot.com/2013/06/rancangan-usulan-penelitian.html
http://fungsiumum.blogspot.com/2013/06/isi-rancangan-usulan-penelitian.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar